5 Post Terbaru

5.5.12

Adiksi Teknologi = Kecanduan Narkoba?

Kombinasi antara perkembangan teknologi, media sosial, dan tekanan dari teman (peer pressure) telah mengakibatkan sebuah adiksi terhadap internet. Para remaja yang terpaku kepada perangkat yang memiliki koneksi internet, seperti komputer dan ponsel, bukan pemandangan baru lagi. Namun, yang menarik adalah hasil penelitian di Amerika Serikat mengenai pengaruh yang dimunculkan dari penghentian penggunaan teknologi pada remaja.
Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Universitas Maryland ini menggunakan objek dengan rentang usia 17 hingga 23 tahun dan berasal dari 10 negara yang berbeda. Dalam penelitian ini, objek yang terdiri dari 150 mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan menggunakan ponsel, media sosial, internet, dan televisi selama 24 jam. Respon yang didapatkan peneliti dari perlakuan ini ternyata tidak berbeda jauh dari respon yang biasa ditunjukkan oleh para junkie yang berhenti mengonsumsi narkoba.


Para peneliti menemukan 21% objek yang merasakan keuntungan berada jauh dari teknologi dan internet. Namun, 79% lainnya menunjukkan reaksi negatif, seperti stres yang berlebihan, kebingungan, dan perasaan terisolasi dari kehidupan sosial.

Youm: Layar Fleksibel dari Samsung

Beberapa produsen perangkat elektronik, khususnya smartphone sedang mengembangkan teknologi terbaru, yaitu layar dengan bentuk yang fleksibel yang dapat ditekuk. LG, Samsung, dan Nokia menyatakan sedang mengembangkan teknologi yang sama yang akan ditanamkan di berbagai perangkat mobile mereka.



Salah satunya adalah yang sedang dilakukan Samsung. Setelah memamerkan prototipe layar AMOLED fleksibelnya di ajang CES 2011 di Las Vegas, Samsung terus menggodok teknologi ini dan akhirnya memberikan nama resmi Youm. Kabarnya, layar generasi terbaru ini memiliki ukuran yang lebih tipis yang sangat fleksibel untuk bisa dilengkungkan. Youm berukuran 4,5 inci dengan ketipisan kurang dari 0,3 mm dan dapat menampilkan gambar dengan resolusi WVGA (800×480).

Sebelumnya, Samsung telah menjabarkan bahwa layar ini nantinya akan digunakan untuk e-reader, kamera, sistem video chat, dan juga alat interpreter. Samsung juga menyatakan kemungkinan penggunaan layar ini di tablet yang akan mampu menampilkan gambar 3D dengan menggunakan sistem augmented reality.

Seperti penjelasan di paragraph awal, ide mengenai layar fleksibel tidak hanya milik Samsung. Perusahaan elektronik saingannya, LG, dikabarkan telah selesai mengembangkan teknologi ini dan telah memasuki tahap produksi.

Robot Menjadi Guru Sekolah di Korea Selatan

Semakin lama perkembangan teknologi memang terlihat begitu pesat hingga sulit sekali diikuti sehingga banyak hal yang selama ini terasa hanya akan tercapai dalam beberapa tahun ke depan menjadi mungkin terjadi saat ini. Dan beberapa di antaranya tampil begitu mengagumkan. Robot yang bisa bergerak, menari, menyanyi, dan berekspresi yang lahir di tangan para jenius di Jepang saja sudah cukup memperlihatkan apa yang berhasil dicapai manusia di abad ini. Namun apa yang dihadirkan oleh Korea Selatan jauh lebih mengagetkan.
Sebuah kota di Korea Selatan, Daegu, memutuskan untuk menjadikan robot sebagai guru di sekolah. Sementara ini baru ada 29 robot yang mengajar di 19 sekolah dasar di sana, namun Daegu sendiri memiliki misi untuk menghadirkan jumlah robot yang akan memenuhi 8.400 taman kanak-kanak di tahun 2013 nanti. Dengan nama Engkey, robot berbentuk bundar dengan tinggi 3,2 kaki ini memang didesain untuk mengajarkan anak-anak di Daegu bahasa Inggris melalui berbagai pertanyaan dan musik. Semua ini tentu saja untuk menghadirkan suasana ketertarikan yang lebih mendalam dari anak-anak itu sendiri, membuat mereka lebih mudah mempelajari bahasa asing ini.